Review Thinkpad X220

Classic black rectangle design, itulah kesan pertama yang kita kenal dari Thinkpad. Yap, meskipun ciri tersebut sudah melegenda sejak 1990-an, kita tetap kenal Thinkpad sebagai Laptop kelas wahid yang diperuntukkan pebisnis yang tahan banting, military spec yang kuat.

Pada artikel lalu, saya pernah bahas 2 laptop besutan Lenovo, S205 dan Lenovo Thinkpad X120e. Namun beberapa hari lalu, saya menyempatkan diri untuk membawa lagi pulang sebuah Thinkpad X220, penerus dari varian X yang perkasa, X201.

Kesan yang saya lihat dari desain X220 adalah perubahan tampilan dalam yang tidak terlalu berbeda dengan pendahulunya si X201, namun engineer Lenovo melakukan beberapa perubahan  yang baik. Anda akan disuguhkan dengan layar 12 inchi, sedikit lebih besar dari X120e. Diatas keyboard ada quick access ke volume, speaker mute, ThinkVantage dan tombol power itu sendiri. Lid wobble-free, sebab ditangani dengan engsel stainless yang ajib, tidak goyang seperti laptop murahan lainnya.

Kualitas keyboard tak perlu ditanya, empuk dengan bevel style dan bebas flex, lengkap dengan TrackPoint yang terkenal diantara Thinkpaders. Posisi mengetik memang sedikit mengambang di pergelangan tangan, tapi itu bukan masalah besar.

Bagaimana dengan jeroannya? X220 yang saya bawa pulang memiliki spek Intel Core i5-2520M dual-core processor (2.5GHz, 3MB cache, 3.2GHz Turbo frequency), lengkap dengan Windows 7 Professional (64-bit) ori pastinya, 4GB DDR3 (1333MHz) dan resolusi berjalan baik di 1366 x768. Tidak ada disc tray tapi Anda takkan kecewa. Sayangnya, grafis yang dipersenjatai Intel Integrated HD Graphic masih lack di game berat, membuatnya kurang bertenaga untuk menjalankan game DIRT3.

Hal lain yang bagus dari seri ini adalah disediakannya Fingerprint Reader untuk keamanan data Anda, juga lampu yang menyorot ke keyboard saat Anda ingin mengetik dalam ruang gelap.

Exterior X220 berwarna hitam matte, bodi ‘kotak’ dengan lapisan magnesium alloy dan plastik, tahan banting dan tahan air pada keyboard. X220 juga menyediakan port USB 2.0, port USB 3.0, VGA Port, Display Port connection, Gigabit Ethernet and a SDHC card reader dan ExpressCard Slot.

Ada beberapa kekurangan dari X220 yang saya rasa, pada Wireless Radio Switch sebelah kiri memiliki button yang terlalu kecil, tidak seperti X201 yang besar. Port LAN berada disebelah kanan, bagi pengguna mouse, hal ini akan mengganggu sebab kabel memakan ruang kerja tangan Anda. Nampaknya seri X220 itu juga mengalami masalah suhu. Panas yang keluar dari ventilasi kiri terasa sangat hangat hingga ke keyboard sebelah kiri atas saat  saya mencoba memainkan game Prince Of Persia : Forgotten Sand. Suara kipas juga terdengar saat Anda mengakses aplikasi berat seperti game 3D. Namun kabar baiknya, suara kipas dan panas menjadi cepat hilang ketika Anda kembali ke pekerjaan biasa non gaming.

Bottom Line : X220 adalah tipe ultraportable yang mumpuni, keyboard nyaman, didukung oleh aplikasi ThinkPad yang oke. Namun hal yang patut Anda garis bawahi adalah, tipe ini tidak cocok untuk gaming. Saya pribadi lebih memilih X220 untuk bisnis dan bukan gaming, jadi saya rasa, kekurangan dalam hal grafis tidaklah masalah.

Tagged , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 56 other followers

%d bloggers like this: